Travel

Menerbitkan Buku Karya Kita Sendiri Bukan Cuma Mimpi, Yuk Segera Wujudkan!

Menerbitkan buku karya kita sendiri, terasa masih jadi sebuah angan buat saya. Walaupun terkadang saya suka geregetan sendiri ketika di satu atau dua kesempatan membaca buku yang menurut saya “enggak” banget. Pasti terlintas dalam pikiran, kok bisa yah buku semacam ini diloloskan oleh penerbit. I surely think I can write a better one. Sombong sekali yah?

Abadikan Karya Melalui Buku, foto : ig @KomunitasISB

Kesempatan yang menjadi cambuk bagi saya datang di sebuah warta di WA group komunitas yang saya ikuti. Kesempatan untuk  belajar mengabadikan karya kita melalui buku yang materinya dibawakan oleh Nunik Utami. Setelah cek hari dan tempat, saya bergegas  mengisi form kepesertaan di acara tersebut. 

Acara Blogger Gathering yang digagas oleh Komunitas ISB dan CNI ini diadakan di Plaza Festival, Jakarta Selatan.  Diadakan pada hari Minggu siang, waktu yang pas bagi saya setelah seminggu penuh sibuk dengan pekerjaan.

Nara sumber workshop penerbitan buku ini adalah Mbak Nunik Utami ,  seorang penulis dari lebih dari 50 buku, catat, 50 buku. Jadi komunitas ISB sebagai penyelenggara acara tentu tidak salah memilih nara sumber, kan? Mbak Nunik Utami juga masih aktif menulis di blog pribadinya nunikutami.com serta menjadi content writer untuk berbagai instansi.

Bersama Penulis Cantik Mbak Nunik Utami

Sebelum diterbitkan oleh penerbit, buku yang kita tulis tentunya harus melalui seleksi dan tahapan-tahapan. Naskah buku seperti apa sih yang biasanya dapat dengan mudah lolos ke penerbit? Menurut Mbak Nunik Utami biasanya penerbit akan memilih naskah dengan topik yang out of the box dan isi naskahnya punya sisi informasi dan edukasi yang dibutuhkan banyak orang.

Untuk  dapat menulis naskah yang tepat kita pastinya harus rajin membaca banyak buku dengan berbagai tema yang berbeda-beda. Selain menambah wawasan dan sebagai bahan referensi, buku-buku tersebut  juga dapat menjadi bahan survey yang dapat menentukan karakter tulisan kita. Apakah kita lebih nyaman membaca karya Raditya Dika atau Dee?  Biasanya  kita lebih nyaman menulis sesuatu yang kita suka, dengan harapan pembaca kita juga menyukainya.

Walaupun ada satu pohon terindah di dunia, tiap-tiap orang akan mempunyai perspektif yang berbeda dalam memaknai keindahannya. Demikian pula tulisan kita. Kita harus punya tulisan versi kita sendiri yang lambat laun akan menjadi ciri khas  dan membentuk karakter tulisan kita. Walaupun  ada satu topik tertentu, tiap penulis pasti punya cara dan dapat mengambil sisi yang berbeda dalam memaparkan tulisannya.

Dalam menulis buku, akan ada saat kita lelah terpaku pada satu tema, kemudian tertarik untuk menulis tema lainnya. It’s a big NO for your journey in writing your own book.  Cobalah untuk fokus dalam menulis naskah buku dan jangan beralih ke naskah buku lainnya, sebelum buku tersebut  selesai. Oh iya, untuk dapat diterbitkan paling tidak naskah bukumu harus terdiri atas seratus halaman naskah.  Saya juga pernah mendapat saran dari penulis lain untuk tidak mengedit naskah sebelum naskah naskah selesai.  Jadi cobalah menyelesaikan tulisan dan lakukan proses penyuntingan setelahnya.

Untuk mengetes pasar atau mencari tahu akankah tulisan kita disukai oleh pembaca atau tidak, Teh Ani Berta dari ISB menyarankan untuk mencoba menulis di  platform menulis seperti nulisbuku.com atau  wattpad. Selain mengasah kemampuan menulis, kita juga bisa melihat feedback dari orang-orang yang telah membaca tulisan kita.

Setelah naskah tulisan buku kita selesai , P R selanjutnya adalah mengajukan  naskah kita ke penerbit. Beberapa peserta  yang sudah mencoba mengirimkan naskahnya ke penerbit mengeluhkan kondisi bahwa penerbit buku biasanya lebih memilih naskah buku yang ditulis oleh orang-orang dan penulis-penulis buku yang lebih terkenal.

Bagaimana agar tulisan kita lebih dikenal oleh penerbit?

  1. Rajinlah mengikuti lomba-lomba menulis dan jangan pilih-pilih. Cobalah ikuti semuanya, dan jangan lupa untuk membuat skala deadline dalam menulis naskah-naskah yang kita ikutsertakan dalam lomba.
  2. Ikutilah acara-acara kepenulisan yang biasanya sering diadakan di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Biasanya pihak penerbit buku sering berburu naskah-naskah buku  di acara-acara semacam ini.
  3. Ikutilah sesi-sesi Coaching Clinic tentang penulisan buku, dan jangan lupa untuk membawa naskah buku  yang sudah jadi.

Penerbit mayor bukanlah satu-satunya jalan bagi kita untuk menerbitkan buku kita. Kita juga dapat memilih penerbit independen yang memungkinkan kita untuk  mencetak dan menerbitkan sendiri  buku karya kita. Sesuai namanya, menerbitkan buku secara independen melalaui penerbit indi tentunya memerlukan dana dan effort yang lebih, namun kita sendiri yang menjadi penentu terbitnya buku tersebut.

Menulis dan menerbitkan buku tentunya membutuhkan kondisi fisik yang prima. Dalam menulis naskah impian kita, tak jarang memaksa kita untuk begadang sampai dini hari. Kondisi   ini membuat kita rentan  terhadap gejala- gejala anemia seperti badan cepat lelah,detak jantung tak beraturan, pusing, sakit kepala dan sulit berkonsentrasi.

Anemia adalah kondisi ketika darah tidak memiliki sel darah merah sehat yang cukup mengandung hemoglobin untuk mengangkut oksigen ke seluruh organ tubuh. Anemia biasanya terjadi akibat kekurangan zat besi dan vitamin, gangguan pada usus, menstruasi, serta indikasi adanya penyakit kronis pada tubuh.

Contoh Hasil Pemeriksaan Kadar Hemoglobin

Untuk mengetahui kondisi kesehatan sel darah merah merah kita, diperlukan pemeriksaan kadar hemoglobin. Kadar Hb  yang rendah biasanya disebabkan karena kekurangan zat gizi, anemia, pendarahan, masalah pada ginjal serta paparan radiasi. Sementara kadar  Hb yang tinggi biasanya disebabkan oleh kanker, penyakit paru, gangguan sumsum tulang, penggunaan obat yang kurang tepat serta akibat merokok.

Penyakit Degeneratif dari Tahun ke Tahun

Riset menyatakan adanya keterkaitan antara anemia dengan resiko penyakit jantung. Untuk itu penting bagi kita untuk mengkonsumsi  suplemen  yang tinggi vitamin B12 dan asam folat. Salah satu suplemen yang aman adalah CNI Sun Chlorella.

CNI Sun Chlorella, foto : ig @sunchorellaid

CNI Sun Chlorella adalah suplemen makanan kesehatan yang terbut dari ganggang hijau air tawar Chlorella pyrenoisdosa yang kaya kandungan giz lengkap dan alami. Sun Chlorella mengandung protein, beta karoten, Chlorella growth factor, vitamin dan mineral. Sun Chlorella mengandung 60,5 % persen protein yang menjadikannya baik untuk suplemen diet dan detoksifikasi tubuh.

Menurut Ibu Asti Eka Putri, Healthfood Product Specialist CNI, dari hasil uji klinis, Sun Chlorella dapat mengurangi tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol, menormalkan fungsi tubuh, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, serta mempercepat penyembuhan luka.

Sun Chlorella Pasta, foto : ig @sunchlorellaid

Sun Chlorella Salad : foto : ig @sunchlorellaid
Sun Chlorella Smoothie Bowl, foto : ig @sunchlorellaid

Dikemas dalam bentuk serbuk dan tablet memungkinkan kita untuk mengkonsumsi CNI Sun Chlorella dalam berbagai cara. Selain diminum, kita juga dapat mencampur CNI Sun Chlorella dalam jus buah kesukaan kita, sebagai taburan dalam smoothie bowl atau campuran salad, juga dapat dicampurkan dalam adonan roti dan pasta. Cukup sederhana dan mudah, kan?

Jangan melupakan kesehatan selagi sibuk berkarya. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Yang setuju boleh tunjuk  tangan, loh.

Catatan akhir dari Mbak Nunik Utami adalah kita tidak boleh mengkerdilkan diri kita. Coba segala hal, dan jangan lewatkan kesempatan yang ada. Juga untuk jangan berhenti di satu titik. Di depan akan ada banyak penolakan, persaingan, bahkan rasa malas yang mungkin akan melanda. Tetapi, jangan menyerah, karena  setiap usaha, bagaimanapu kecilnya, akan menimbulkan dampak di kemudian hari.

Para Blogger dan Nara Sumber

Terima kasih Komunitas ISB, Teh Berta, para admin dan seluruh pengurusnya, yang telah memberikan saya kesempatan untuk boleh belajar  serta menambah wawasan. Terima kasih juga untuk Ibu Asti, Pak Gusti, dan Mas Niko dari CNI Indonesia untuk pencerahannya di bidang kesehatan dan Optimasi blog. Sampai bertemu di lain waktu.

Tags
Show More

Muti

Kids trainer who loves food, travel and diy stuff. Always love to learn about life and how to live with it.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close